09 Januari 2009

Mandau

Mandau merupakan senjata adat khas Kalimantan yang pada zaman dulu digunakan untuk berperang melawan musuh. Mandau selalu berpasangan dengan perisai (talawang) atau banyak juga yang menyebut talawang dengan nama yang lain yaitu tameng, intinya penyebutan nama yang berbeda tetapi barang/benda sama. Sekarang fungsi kedua benda tersebut tidak lagi digunakan untuk perang melawan musuh (asang kayau), tapi hanya sebagai pajangan yang menghiasi dinding ruang tamu atau kamar, itu apabila yang benar-benar sebagai aksesories alias mandau dan talawang yang palsu. Kalau yang asli pasti akan menjadi incaran para pencuri (maling) karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Pemilik juga tidak akan...

sembarangan menyimpan mandau yang asli, alasannya yaitu tadi menghindari dari pencuri atau lebih karena faktor keamanan. Walaupun tidak bisa dipungkiri senjata tersebut masih banyak digunakan pada peristiwa "Sampit berdarah" saya menyebutnya yang terjadi pada tahun 2001 yang silam yang mungkin masih diingat oleh warga Sampit bahkan masyarakat Kalimantan pada umumnya sampai sekarang ini.
Masalah tersebut sudah diselesaikan oleh keduabelah pihak yang berseteru alias damai dengan didirikan tugu peringantan di Sampit yang disertai dengan acara mapas lewu (nama acara adat untuk membersihkan kota dari segala roh-roh jahat, membuang sial, tolak bala, dan lain-lain) dan sederetan acara-acara adat yang lain yang diselenggarkan untuk menyelesaikan masalah tersebut, saya juga kurang terlalu mengerti mengenai setiap acara yang diselenggarakan tersebut tapi inti acaranya begitu kira-kira. Sebagai generasi muda kita tidak boleh lagi mengungkit-ungkitnya masalah yang telah terjadi karena akan menimbulkan kebencian yang mendalam apabila kita terus mengingatnya yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah yang tidak berujung.

Kembali lagi ke mandau dan perisai banyak digunakan pada acara-acara adat Kalimantan, penyambutan tamu pemerintahan, kesenian daerah, tiwah, balian (ritual penyembuhan orang sakit), dan lain-lainnya. Mandau yang asli terbuat dari besi atau baja anti karat. Kedua bahan tersebut yang umumnya digunakan. Namun sekarang dapat dipadukan dengan bahan kuningan untuk mempercantik tampilannya. mandau juga dilengkapi dengan ukiran berupa motif-motif Kalimantan. Mandau yang telah berumur ratusan tahun dipercaya oleh pemiliknya memiliki kekuatan magis seperti dapat terbang, berbunyi apabila akan ada kejadian/perestiwa, dipercaya memiliki penunggu dan lain-lainnya.

Untuk mendapatkan mandau yang berumur ratusan tahun sekarang sudah sulit ditemukan dan walaupun ada kemungkinan pemiliknya tidak akan menjualnya dengan alasan seperti yang saya ungkapkan diatas, oleh pemiliknya. Mandau juga dilengkapi oleh berbagai aksesories seperti langgei (pisau kecil bertangkai panjang), berbagai jenis kayu-kayuan, akar-akaran, batu-batuan, berbagai jenis taring binatang dan lain-lain, kebanyakan orang Kalimantan Tengah menyebutnya sebagai penyang mandau. Aksesories mandau tersebut digantung pada kumpang mandau (sarung mandau).

Sebuah mandau lengkap secara kasarnya terdiri dari beberapa bagian utama. Bagian-bagian tersebut adalah: bagian pertama ganggang mandau (bahasa Kalimantannya: pulang mandau). Ganggang terbuat dari tulang binatang atau tanduk binatang yang di ukir, motif ukirannya sesuai dengan pesanan atau selera si pembuat mandau. Pada ujung ganggang mandau diberi hiasan berupa rambut , saya juga tidak paham kenapa rambut yang di pilih, kenapa tidak yang lain? itu tidak perlu kita permasalahkan mungkin ada maksud dan tujuan tertentu. Pada ganggang mandau juga diberi simpul (simpai) supaya ganggang tidak pecah dan untuk mempercantik tampilannya. Simpai biasanya terbuat dari rotan yang telah dihaluskan. Motif simpai juga bermacam-macam, kembali lagi tergantung dari permintaan konsumen atau keahlian si pembuat simpai. Pada ganggang mandaulah besi mandau tertanam dengan kokoh.

Bagian kedua adalah sarung mandau (kumpang mandau). Sarung berfungsi untuk melindungi bagian besi mandau. Seandainya tidak diberi sarung, mandau akan berbahaya apabila dibawa kemana-mana yang dapat mengancam keselaamatan pemilik juga keselamatan orang lain seperti luka tertusuk atau teriris. Oleh sebab itu mandau harus berada dalam sarung mandau. Sarung mandau biasanya dari terbuat dari kayu yang diukir, motif ukiran juga bermacam-macam. Sarung mandau dibentuk sedemikian rupa dari balok kayu. Setelah terbentuk sarung tersebut dibelah menjadi dua bagian. Tujuan dibelahnya untuk melubangi bagian tengah sarung agar besi mandau dapat masuk ke dalam sarung. Bagian sarung yang dilubangi tersebut mengikuti pola dari besi mandau. Alat yang digunakan untuk melubangi dapat berupa pahat serta langgei (pisau kecil yang bertangkai panjang) seperti yang telah di bahas pada bagian sebelumnya.

Bagian ketiga adalah besi mandau itu sendiri. Besi mandau dapat berupa baja, besi cor, dan dipadukan dengan kuningan untuk mempercantik tampilannya. Besi mandau tersebut diukir sedemikian dengan berbagai motif yang dikehendaki. Besi mandau terdiri dari bagian yang tajam bagian mata mandau yang digunakan untuk memotong dan sebagainya. Serta bagian punggung mandau yang memiliki tebal beberapa puluh kali dari mata mandau. Punggung mandaulah sebagai penahan agar mandau tidak patah saat mandau digunakan untuk memotong kayu, tulang, bahkan untuk memotong paku. Tetapi kekuatan yang dimiliki tergantung lagi dari bahan yang dipilih. Ada mata mandau yang kuat terhadap tulang tetapi tidak kuat terhadapa besi, ada mata yang kuat terhadap besi tetapi tidak kuat terhadap tulang. Kalau untuk memotong kayu tidak usah ditanya lagi pasti bisa, bahkan menggunakan mata yang biasa juga dapat.

Mandau biasanya ditempatkan pada pinggang dengan bantuan simpai yang juga terbuat dari rotan saat digunakan dalam setiap acara. Simpai untuk Mandau juga bermacam-macam motifnya serta memiliki kerumitan yang tinggi dalam pembuatannya. Tidak banyak yang bisa membuatnya kecuali orang tua seperti kakek-kakek, nenek-nenek yang dapat membuatnya. Kalau anak muda sudah dipastikan tidak bisa membuatnnya walaupun ada dapat dihitung dengan jari termasuk saya sendiri juga tidak bisa membuat simpai. Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua yang membacanya.

Related Posts :



Widget by Hoctro | Jack Book

Komentar :

ada 2 comments ke “Mandau”
Anonim mengatakan...
pada hari 

Saya sedang membuat talawang untuk tugas sekolah dan kesulitan mencari motif. Kira kira dimana tempat atau siapa yang dapat membuatkan motif tersebut untuk saya. Ada rekomendasi?

beny m mengatakan...
pada hari 

anonim: Coba Saudara cari group "Cerita Dayak" di FB, atau "Komunitas Dayak"
Bisa nanya2 dengan para anggota group tersebut.
Tks

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar apabila Anda merasa puas/tidak puas dengan judul postingan ini. Terima Kasih. Berkunjung lagi di lain waktu

KumpulBlogger

Ayat Hari Ini

Reader Community

My PageRank

Mari Tukaran Links

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra