29 Januari 2009

Sepak Sawut, Permainan Tradisional

Sepak sawut merupakan permainan tradisional yang banyak digemari oleh masyarakat bukan hanya kalangan muda tetapi banyak juga orang tua yang menggemari permainan yang satu ini terutama warga masyarakat Kalimantan. Sepak sawut yaitu sebuah permainan seperti permainan sepak bola pada umumnya. Namun yang membedakan dengan permainan sepak bola yaitu pada bola yang digunakan untuk bermain merupakan bola yang berapi...

Bolanya dapat terbuat dari bongkahan sabuk kelapa tua yang telah kering dengan terlebih dahulu airnya dibuang lalu bongkahan tersebut direndam menggunakan
minyak tanah. Tujuannya supaya minyak meresap kedalam serat-serat bola kelapa tersebut. Supaya lebih seru lagi permainan ini dimainkan pada malam hari. Ini memiliki keindahan tersendiri, karena penerangan hanya menggunakan lampu seadanya dan cahaya kebanyakan bersumber dari bola api yang dimainkan. Peraturan main juga hampir sama, tidak berbeda jauh dengan main sepak bola pada umumnya yang terdiri dari dua gawang, gawang kita dan gawang musuh. Satu tim terdiri dari lima orang pemain. Lapangan yang digunakan tidak berbeda jauh dengan luas lapangan bola basket. Pertandingan dipimpin oleh seorang wasit. Siapa yang banyak memasukkan bola ke gawang lawan maka tim tersebut yang dinyatakan sebagai pemenang dalam lomba.

Gambar-gambar dalam tulisan ini sebenarnya bukan hasil jepretan saya secara langsung pada pertandingan tetapi saya dapatkan melalui search engine. Dengan bantuan google maka saya dapatkan gambar tersebut. Apabila ada orang/instansi/dinas pemerintah yang merasa gambar-gambar tersebut merupakan miliknya saya minta maaf sebelumnya karena mendownload dan memasangnya ke
mbali pada blog ini. Tujuannya tidak lain adalah saya ingin ikut melestarikan budaya daerah yang ada di Kalimantan dengan berusaha menceritakan melalui tulisan dan saya berharap orang lain dapat memperoleh pengetahuan yang baru dari tulisan ini terutama orang-orang yang masih belum pernah menyaksikan pertandingan secara langsung. Gambar tersebut hanya digunakan untuk ikut menjelaskan dan melengkapi tulisan ini. Karena satu gambar dapat mewakili jutaan kata dan kebanyakan orang lebih senang melihat gambar daripada membaca tulisan.

Kembali lagi ke sepak sawut (sepak bola api), dahulunya sepak bola yang satu ini dimainkan pada saat orang ingin membuka ladang berpindah. Karena kebanyakkan pada tempo dulu di Kalimantan ham
pir semua kegiatan dilakukan secara gotong-royong seperti membangun rumah, membuka ladang, menanam padi, memanen padi yang dilakukan secara bersama-sama atau dalam bahasa daerahnya “handep”. Permainan sepak sawut sekarang sudah agak jarang kita temukan. Artinya permainan ini hampir langka hanya pada waktu-waktu tertentu saja kita dapat menyasikannya, misal pada perayaan ulang tahun Propinsi Kalteng, ulang tahun kabupaten, festival-festival budaya.

Pasti yang terlintas dalam benak kita sekaligus menjadi pertanyaan yang segera membutuhkan jawaban bahwa apakah para pemain sepak sawut tersebut tidak merasa sakit/panas karena api bersentuhan langsung dengan kaki para pemainnya? Para pe
main juga tidak menggunakan sepatu dalam bermain seperti main bola pada umumnya. Selama ini tidak ada yang sampai terbakar atau merasa sakit setelah main sepak sawut. Akan hal tersebut saya kurang terlalu mengerti juga. Yang pasti para pemainnya tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan mereka merasa menikmati pertandingan yang berlangsung.

Apabila budaya seperti itu dapat terus dilestarikan sebagai generasi muda Kalimantan maka tidak menutup kemungkinan budaya tersebut menjadi tontonan yang menarik bagi ratusan orang dari pulau yang berbeda atau para turis mancanegara yang datang untuk berkunjung ke Kalimantan hanya ingin menyaksikan pertandingan yang tidak akan terlupakan. Artinya dapat menjadi suatu objek wisata yang bakal banyak digemari. Secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Ekonomi masyarakat akan tumbuh dan banyak sektor lain juga yang akan berkembang oleh hal itu. Apalagi ditambah lagi dengan acara-acara adat yang lain seperti tiwah, balian, menanam padi, memanen rotan, menyumpit, tari-tarian, alat musik dan objek-objek wisata yang lain seperti keindahan alamnya, sungai, satwa, hutan. Ini menjadi suatu warisan leluhur yang harus tetap dijaga oleh kita sebagai generasi muda. Jangan sampai semuanya menjadi punah, hanya tinggal nama saja di kemudian hari, anak cucu tidak bisa lagi menikmati semuanya. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan semua warisan tersebut siapa lagi…….???????

Related Posts :



Widget by Hoctro | Jack Book

Komentar :

ada 0 comments ke “Sepak Sawut, Permainan Tradisional”

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar apabila Anda merasa puas/tidak puas dengan judul postingan ini. Terima Kasih. Berkunjung lagi di lain waktu

KumpulBlogger

Ayat Hari Ini

Reader Community

My PageRank

Mari Tukaran Links

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra