26 Juli 2011

Operasi Prostat Kakek di RS Persahabatan-Jakarta

Gambar: Jariangan Prostat yang berhasil diangkat
Hari senin tgl 20 Juni 2011 jam 14.00 wib kami bertiga Benny, Dunis (pamanku), Jerry ke Jakarta. Tiba di rumah Cipinang sekitar jam 19.00 wib setelah beberapa jam di kereta api.

Kesokan hari kita ikut ke Rumah Sakit Persahabatan untuk mengambil hasil rontgen dan rekam jantung sebelumnyaa apakah masih normal dan bisa dilakukan operasi dengan pertimbangan usia kakek yang telah mencapai 83 tahun. Sebuah usia yang beresiko tinggi untuk dilakukan operasi.

Hari berikutnya kita kembali ke Rumah Sakit lagi untuk mencari ruangan sebagai tempat menginap pra operasi. Diantar oleh pak Asril pada hari pertama. Hari kedua diantar oleh pak Nario sopir pribadi Nurdin TB.


Hari Kamis kita ke rumah sakit berserta barang-barang yang diperlukan untuk dibawa selama menginap di rumah sakit. Sesampai dirumah sakit Persahabatan-Jakarta Timur, kita langsung menuju ruang rawat inap di Melati Bawah No.9 yang telah diperoleh sebelumnya. Diruangan ini kakek menginap satu malam sebelum pengangkatan jaringan prostat dilakukan.

Jum’at siang kakek diminta siap-siap oleh suster berdasarkan instruksi yang diberikan oleh tim dokter Agus S dan dokter Yassir untuk menjalani operasi.
Jam dinding menunjukkan pukul 08.00 saatnya menuju ruangan operasi. Kakek saat itu dari ruang rawat inap menggunakan kursi roda yang didorong oleh perawat.

Keteganganpun mulai terasa saat kakek memasuki ruang operasi dan hanya satu orang perwakilan dari keluarga pasien yang diperbolehkan masuk untuk sekedar mengambil pakaian, sepatu, jam tangan, dan barang-barang yang lainnya, itupun tidak masuk sampai kedalam ruang operasi hanya sampai garis/batas suci yang telah ditentukan oleh Rumah Sakit.

Anggota keluarga saat itu pasti memiliki berbagai macam perasaan yang campur aduk jadi satu. Kuatir, cemas, takut terhadap keselamatan kakek tercinta saat menunggu diruang tunggu operasi. Begitu juga dengan keluarga yang tidak bersama kami saat itu pasti memiliki perasaan yang sama saya kira saat mengetahui kabar bahwa kakek telah memasuki ruangan operasi.

Lima jam kemudian berlalu tepat pukul 13.00 wib, dokter Agus S keluar dari ruangan sambil membawa sesuatu (jaringan prostat yang telah berhasil diangkat, red) dan berkata “Keluarga pak Numan... Trus dijawab “Iyaa dengan spontan oleh kita.

Aku dan paman Dunis kemudian bergegas berdiri dari tempat duduk dan melangkah menuju ke arah pak dokter Agus. Ini tolong di antar ke bagian PA (pantologi anatomi.. klo saya gak salah kepanjangan’y) untuk didiagnosa apakah hanya prostat atau ada penyakit lain kata pak dokter sambil menyodorkan benda berbentuk tabung plastik agak trasparan berisi air alkohol plus darah dengan tinggi ± 8 cm, diameter ± 5 cm yang terisi seperti gumpalan-gumpalan daging yang telah diambil dari kakek yang dinamakan kanker/jaringan prostat. Terlihat dengan jelas air alkohol yang didalam tabung tersebut merah karna bercampur dengan darah.

Tidak sampai satu jam setelah aku dan paman mengantar tabung tadi ke PA kakek keluar ruang operasi. Kemudian menuju ke HCU (high care unit) selama 2 hari 3 malam dan memang harus dirawat di HCU setelah operasi. Selama di HCU hanya dua kemungkinan yang ada yaitu antar HIDUP dan MATI. Kita hanya bisa berdoa dan menyerahkan kepada TUHAN.

Selama kakek di HCU juga merupakan waktu yang menegangkan. Anggota keluarga sesekali masuk untuk melihat kondisi kakek, itupun hanya terbatas baik waktu maupun orang yang boleh masuk. Peratuan tersebut dimaksudkan supaya pasien termasuk kakek dapat beristirahat dengan tenang.

Senin minggu kedua tepatnya tgl 27 Juni 2011, kakek kembali ke kamar inap di Melati Bawah No.9. Kakek dirawat inap selama satu minggu di ruang ini sebelum dibawa pulang kerumah.
Malam hari kakek dijaga oleh Benny dan paman Andan sedangkan pada siang hari di jaga oleh tante Jumie dan Jerry. Paman Siwuh sempat satu malam jaga kakek saat rawat inap di Melati Bawah sebelum dia pulang ke Kalimantan. Paman Dunis tidak sempat soalnya dia balik ke Bandung berhubungan kuliah SP telah dimulai.

Hari senin minggu ketiga kakek sudah perbolehkan pulang oleh dokter. Saat kita akan pulang hujan lebat sekali turun seakan ada pertanda yang buruk. Satu hari setelah kakek dirawat dirumah tepatnya tgl 05 Juli 2011 kabar buruk datang dari Kalimantan. Ada anggota keluarga yang meninggal dunia yaitu anak kakek sendiri. Semua masalah sepertinya menimpa disaat yang bersamaan. Masalah saatu belum beres muncul lagi masalah baru. Sampai kakek dibawa pulang ke Kalimantan masih dirahasiakan bahwa anaknya sendiri telah meninggal. Hal ini mengingat kondisi kakek masih lemah dan tidak memungkinkan untuk diberitahu kepada dia.

Susah senang dalam menjaga kakek pasca operasi banyak dirasakan. Tidak tidur beberapa malam, mencari darah saat tengah malam untuk transfusi di Bank Darah disaat Hb-nya rendah, menebus resep dokter siang maupun malam hari, membuat susu, suapin, memijat saat subuh, ketemu suster yang baik, suster yang jutek, antri menebus resep, nyamuk yang banyak, ruangan yang dingin akibat AC yang tidak bisa diturunkan suhunya dengan alasan remote rusak, dll. Semua itu bila diceritakan lebih lengkap tidak cukup bila ditulis hanya dalam selembar kertas.

Semuanya menjadi pelajaran bagi kita. Hargai kesehatan kita selagi sehat. Sehat ternyata berharga sekali disaat kita sakit dan saat itu kita baru mengetahui arti sehat itu yang sesungguhnya. Nyawa sangat berharga disaat kita menyaksikan orang lain memperjuangkan nyawa anggota keluarga yang sedang kritis dirumah sakit atau bahkan air mata yang deras mengalir disaat orang yang dicintai dipanggil oleh Sang Khalik. Keluarga akan berjuang untuk orang yang dicintainya supaya cepat sembuh/selamat dari sakit, luka, bahkan maut yang mengancam setiap saat. Begitu banyak air mata kesedihan, tangisan disaat orang yang dicintai mendahului pergi menghadap Sang Khalik. Hidup itu berharga. Bersyukurlah dan hargai hidup kita mulai dari sekarang karena hidup adalah anugerah dari Sang Khalik.




Related Posts :



Widget by Hoctro | Jack Book

Komentar :

ada 1
KISAH SUKSES IBU HERAWATI mengatakan...
pada hari 

Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan, Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita semua, cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya, Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses, Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet KLIK DISINI DUNIA GHAIB

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar apabila Anda merasa puas/tidak puas dengan judul postingan ini. Terima Kasih. Berkunjung lagi di lain waktu

KumpulBlogger

Ayat Hari Ini

Reader Community

My PageRank

Mari Tukaran Links

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra